7VB

 

 

Logo Artikel

205 KEGIGIHAN SANG MEDIATOR

Kegigihan Sang Mediator

Harta bersama yang digugat tidaklah sedikit terdiri dari kebun sawit dengan luas 92 Hektar, kebun karet, dan juga sawah yang totalnya diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Tentu saja hal ini merupakan sebuah tantangan serius bagi Mediator tersebut apa lagi yang bersangkutan belum pernah mengikuti pelatihan mediator sebelumnya.

Sang mediator yang sebelum melakukan mediasi sempat membuka literatur dan juga bertukar pendapat dengan teman sejawat yang telah mengikuti pelatihan mediator, serta dengan melihat video tentang mediasi didukung dengan kemampuan komunikasi yang baik dan efektif pada akhirnya membuahkan hasil yang menggembirakan, yakni ditemukannya kata sepakat oleh para pihak berperkara untuk berdamai.

Dalam perjalanannya Mediasi sempat mengalami deadlock, dan diketahui ada pihak ketiga yang memberi masukan pada Zainab yang tidak lain adalah anak-anak Zainab.  Mediator mengambil perumpamaan dalam masalah ini “ Masuk Angin “ kalau seseorang masuk angin tentu dicarikan obat tolak anginnya, mediator harus memilih obat yang cocok dan tepat untuk penyembuhan dan mengeluarkan angin tersebut, dan ditemukanlah obat mujarabnya dengan jalan memberi pengertian kepada Zainab dan anak-anaknya dengan cara kaukus dan alhamdulillah obat mujarab tersebut berhasil dan anginnya pun keluar.

Tetapi lagi-lagi Mediator harus menahan kesabaran yang tadinya sudah dianggap keluar anginnya ternyata Zainab meminta untuk mengecek salah satu objek yang belum jelas keberadaanya, dan meminta Mediator mendampingi kelapangan. Oleh karena celah damai itu ada Mediator langsung mengamini dan langsung memusyawarahkan jadwal pemberangkatan. Setelah waktu ditentukan dan disepakati, perjalanan ke lapanganpun dimulai, dan ternyata untuk menuju kelokasi harus menempuh perjalanan darat dengan menggunakan sepeda motor dan selanjutnya menyeberangi sungai “Batang Tebo” dengan menggunakan perahu ketek, tantangan yang dihadapi belumlah usai, namun sang mediator meregangkan penat dengan menikmati pemandangan yang dilalui oleh perahu ketek tersebut, tetapi setelah perahu mulai merapat dan sampai diseberang, jalan yang dilalui mulai lebih licin dibanding sebelum menyeberang, selang 500 M motor berjalan motor yang  ditumpangi mediator jatuh dan untungnya jatuh diatas rumput yang agak tebal sehingga tidak begitu terasa, sang supir mohon maaf atas kejadian tersebut namun Mediator dengan nada bergurau mengatakan tidak apa-apa karena ini bukan jalan tol, perjalanan pun diteruskan dan rupanya medan yang kami lalui belum seberapa dibanding yang kami hadapi seterusnya, namun dengan kepiawaian sang pengemudi kami akhirnya sampai kelokasi dengan selamat.

Setelah melihat lokasi dan disepakati bahwa lokasi/objek benar adanya, kamipun melanjutkan acara makan siang karena jam pada saat itu sudah menunjukkan jam 01.00 WIB, karena jarak tempuh yang lumayan jauh dan dikhawatirkan turunnya hujan yang akan memperberat medan yang akan dilalui karena memang pada saat itu langit sudah memperlihatkan warna keabu-abuan, maka setelah selesai makan siang kamipun segera mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan pulang setelah sebelumnya menyepakati akan berkumpul kembali pada hari Jum’at tangga 15 juni 2012 untuk mediasi lanjutan.

Jum’at bersejarah, mungkin kalimat itu tidak berlebihan diutarakan Zainab karena setelah sekian lama berpisah dan oleh orang dikampungnya dianggap tidak mungkin lagi mendapatkan haknya selama masa perkawinan dengan suaminya ternyata tidak terbukti dan pada pagi itu hak-hak Zainab mulai terlihat titik terangnya setelah dicerai suaminya, hasil kesepakatan keduanya dituangkan dalam bentuk kesepakatan perdamaian yang oleh keduanya dimintakan untuk dikuatkan dalam Putusan Majelis Hakim.

Sebuah pelajaran sekaligus pengalaman yang amat berharga didapatkan sang Mediator dalam perkara ini, pada intinya Mediator menyimpulkan bahwa usaha yang dilakukan maksimal pada akhirnya pasti akan mendapat hasil yang memuaskan, dan semoga perkara-perkara lain juga dapat diakhiri dengan jalan damai. (Abul Hadziq/Tim IT PA Tebo).


Pasti, Berakhlak, Bangga Melayani Bangsa